Beri Pendampingan dan Penguatan Keterampilan Santri, STAI Pelabuhanratu Gelar Workshop Pengabdian Masyarakat

  • Sabtu, 26 September 2026
  • Fahmi Sahab
  • PANITIA
  • 28 Kali dilihat
Cover Berita

STAIP.AC.ID - Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Pelabuhanratu menggelar Workshop Pendampingan dan Penguatan Keterampilan Santri melalui Pendekatan Inovatif di Pondok Pesantren Bina Bana, Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 26–27 September 2026, ini merupakan bagian dari pelaksanaan Program Litapdimas Kementerian Agama Republik Indonesia Tahun 2026. Sebanyak 30 santri Pondok Pesantren Bina Bana mengikuti workshop yang dipusatkan di lingkungan pesantren.

Pondok Pesantren Bina Bana berada di Kampung Sukasirna, RT 027/RW 006, Desa Sukamukti, Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi, di bawah pimpinan KH. Ahmad Muhajir Hikmatullah.

Workshop mengusung semangat pendampingan dan penguatan keterampilan santri melalui pendekatan yang inovatif. Kegiatan tersebut menjadi salah satu bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung pengembangan kapasitas santri, khususnya dalam membekali mereka dengan keterampilan yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut, jajaran STAI Pelabuhanratu turut hadir dan memberikan dukungan terhadap pelaksanaan program. Hadir Wakil Ketua I Bidang Akademik, DR. H. U. Abdullah Mu'min, M.Ag.; Wakil Ketua III Bidang Kemahasiswaan, H. Herri Azhari, M.Ag.; Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM), Encep Solahuttaufa, M.Pd.; serta Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M), Sekarmaji Sirulhaq, M.Pd.I.

Kegiatan ini tidak hanya diarahkan pada penyampaian materi, tetapi juga menjadi ruang interaksi dan pendampingan bagi para santri. Melalui pendekatan inovatif, santri didorong untuk aktif mengikuti proses pembelajaran, mengenali potensi diri, serta mengembangkan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan kehidupan di masyarakat.

Pimpinan Pondok Pesantren Bina Bana, KH. Ahmad Muhajir Hikmatullah, menyambut baik pelaksanaan workshop tersebut. Kolaborasi antara pesantren dan perguruan tinggi dinilai menjadi bagian penting dalam memperkuat proses pendidikan dan pengembangan potensi santri.

Sementara itu, keterlibatan STAI Pelabuhanratu melalui Program Litapdimas Kemenag RI 2026 menjadi bagian dari upaya kampus untuk memperluas manfaat perguruan tinggi melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, STAI Pelabuhanratu berharap pendampingan yang diberikan dapat memberikan pengalaman dan wawasan baru bagi para santri. Selain itu, kegiatan ini diharapkan menjadi awal dari penguatan kerja sama antara STAI Pelabuhanratu dan Pondok Pesantren Bina Bana dalam bidang pendidikan, pemberdayaan, serta pengembangan keterampilan santri.

Dengan mengusung semangat “pendampingan dan penguatan”, STAI Pelabuhanratu terus berkomitmen menghadirkan program pengabdian yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi memberikan ruang bagi masyarakat dan santri untuk tumbuh, belajar, serta mengembangkan potensi secara berkelanjutan.